Press enter to see results or esc to cancel.

Yuk Belajar Sejarah Raja Ampat Yang Menjadi Salah Satu Destinasi Favorit Wisatawan

Paket Tour Raja Ampat Termurah

Membahas mengenai destinasi favorit di Indonesia tidak lengkap rasanya jika tidak memasukkan nama Kepulauan Raja Ampat sebagai destinasi favorit anda. Tapi tahukah anda mengenai sejarah Raja Ampat ? Berikut ini kita akan sedikit belajar mengenai sejarah Raja Ampat. Terkait asal usul Raja Ampat ada keterkaitan dengan suku asli yang mendiami pulau terbesar pada Kepulauan Raja Ampat, yaitu pulau Waigue dengan suku yang bernama suku maya. Suku asli dari Raja Ampat tersebut hingga saat ini menurut sumber memilih tetap tinggal dipedalaman di pulau Waigeu. jangan lupa jika anda membutuhkan paket tour raja ampat termurah anda bisa cari di google untuk penyedia tournya.

Menurut tinjauan dari sejarah Raja Ampat, destinasi wisata Raja Ampat dulunya saat abad ke 15 menjadi bagian dari kekuasaan Kesultanan Tidore, yang merupakan kerajaan besar di Kepulauan Maluku. Ketika menjalankan roda pemerintahan, kesultanan tidore kemudian menunjuk 4 orang Raja lokal untuk berkuasa  di Pulau Batanta, Pulau Waigeo, Pulau Misool , dan Pulau Salawati yang kini keempat pulau tersebut menjadi 4 pulau terbesar pada gugusan Kepulauandi Raja Ampat sampai dengan saat ini. Nah nama Raja Ampat menurut berita yang beredar ternyata ada kaitannya dengan 4 orang Raja yang dahulu memerintah di gugusan Kepulauan tersebut.

Sejarah Raja Ampat tidak bisa dilepaskan dari hari jadinya yang jatuh pada tanggal 9 Mei. Raja Ampat merupakan sebuah Kabupaten yang berada di Provinsi papua Barat yang dimekarkan dari Kabupaten Sorong di tahun 2003 silam. Di Kabupaten Raja Ampat memiliki sekitar 610 pulau yang mempunyai panjang total tepi sekitar 753 km.

Ibukota dari Raja Ampat terletak di Pulau Waigeo,yaitu kota Waisai. (gorajaampat).

Ada cerita menarik mengenai asal mula nama Raja Ampat, menurut mitos yang berkembang di masyarakat setempat ada seorang wanita yang telah menemukan telur sebanyak 7 butir. Kemudian 4 butir telur tersebut menetas dan menjadi 4 pangeran yang menjadi raja di Pulau Waigeo, Misool Timur dan Barat, Salawati. Lalu 3 telur sisanya menjadi hantu, sebuah batu, dan seorang wanita.

Hingga kini belum diketahui asal usul nama yang menjadi Raja di Kepulauan Raja Ampat. Anak –anak tersebut bernama War yang menjadi Raja di Pulau Waigeo, kemudian Betani menjadi Raja di Salawati, lalu Dohar menjadi Raja di Lilinta (Misool) dan  Mohamad menjadi Raja di Waigama (Batanta). Dan anak perempuan yang tadi telah dijelaskan bernama Pintolee.

Nah itulah sedikit sejarah Raja Ampat yang bisa menambah wawasan kita, terlepas dari benar atau tidaknya mitos tersebut, yang pasti Kepulauan Raja Ampat telah dititipkan Allah kepada kita untuk dijaga dan dilestarikan. Keindahan alam dari Raja Ampat akan selalu membuat kita bersyukur telah diberikan hidup di Indonesia. Biota laut yang mempesona menjadi cerita indah saat kita berlibur ke Raja Ampat, Pulau dengan nuansa alam indah dan cerita sejarahnya.